Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Friday, April 2, 2010

Masih Di Sini?

Jalan ini,
Jalan orang dahulu,
Jalan mereka yg tidak gentar,
Pada ugutan manusia,
Pada ancaman hilangnya harta dan pangkat,
Pada sedihnya hilang ahli keluarga yang disayangi.

Jalan orang-orang yang sabar,
Sabar menerima kepayahan,
Menerima kesukaran,
Kesukaran melaksanakan yang sepatutnya,
Kesukaran menunaikan  perintahNYA,
Perintah Rabb yang dicintai,
Ilah yg dirindui.

Jalan ini zahirnya sempit,
Sehingga ramai yang mengundur diri,
Mengalah dengan kesempitan itu,
Hingga ramai yang tewas,
Membiarkan nafsu memenangi kebenaran,
Hingga ramai yang lesu,
Lalu bermalas-malasan dan bertangguh-tangguh.

Namun,
Masih lagi kaki berpijak di jalan ini,
Mengapa?
Hanya dan hanya kerana,
ALLAH masih memilihmu...

'Sesungguhnya Al-Quran itu adalah peringatan bagi seluruh alam. (iaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki oleh ALLAH, Rabb sekalian alam.'   (At-Takwir : 27-29)

Monday, December 21, 2009

Always, someone must die

She was looking at her fingers
They were vague
She can't see them
She looked closer
Blood all over

She felt her eyes
There were tears
She felt her ears
She can't hear

She looked ahead
Her loved ones were dead

Why must someone died
for some others to step ahead?

There came the rain
washed the blood away, came the blood again
washed the rain away, came the rain again
there came the blood again

Why must someone died
for some others to step ahead?

I am looking at my fingers
They are vague
I can't see them
I look closer
Oh no!
Blood all over...

I feel my eyes
There are tears
I feel my ears
I can't hear

I look ahead
Oh no! My loved ones are dead!

Why must someone died
for some others to step ahead?


Sumber: Link

Saturday, March 21, 2009

The Beginning

(gambar hiasan, my sister and her child)

The Beginning
Every story has a beginning
And as human
Our beginning had started long before we knew it
Long before we realised that we are alive
Long before the time we were born
We ourselves had already forgotten that moment
When our souls were created
And when we decided to be born in this world
When we had the right to choose
Whether to be born
Or to just die
In our mothers’ womb

However
If now we still have the right to make our own decision
Will we still choose to live in this world?
Where there is no guarantee that we'll survive
Where there are all sorts of satans all around us
The ones we can and cannot see
Will we still choose to be born as a human?
A being that even worms did not want to become
A being that are burdened with thousands of responsibilities
Will we still choose to be that being?

Regardless of all the responsibilities
Regardless of all the other beings think about us
Regardless of your answers

My answer is yes
Because human is the only being that had been honoured by our Creator
The same being that Allahs Beloved, Rasulullah was born
The only being that are entrusted with thousands of responsibilities

However
Regardless of our answers
There is nothing that we can do now
We can never change our beginning anymore

However
We are still able to choose our ending
Or rather
We are now in the present of making decision
Whether to end our story in the everlasting happiness in heaven
Or everlasting torture in hell
We still have the right to make our own decision

Monday, March 16, 2009

I Have A Dream...

...the Middle East in Europe and Europe in the Middle East

Teman...
hidup bukan hitam putih...
hidup ini warna-warni...
ada bunga warna merah, ada bunga warna ungu...
ada kulit warna putih, ada kulit warna hitam...
ada barat, ada timur...
itulah citra lestari...
yang memberi makna dan tawa dalam kehidupan...

Teman...
mari bersama aku renungi sebentar sejarah Islam...
sebentar sahaja, ya...

Teman...
hadith Asar perlihatkan...
ada para sahabat...
mahu percepat perjalanan...
juga, ada yang mahu tangguh solat asar...
kita boleh berbeza, tak mengapa...
kita boleh melihat sesuatu melalui sisi lain, tak mengapa...
namun...
kita tak boleh berkata "saya sakit hati" kepada dia...
elakkan wahai teman...
elakkan...
elakkan...
elakkan...

Teman...
mari belajar daripada ibn abbas dan ibn umar...
mereka banyak kali berbeza pendapat...
tapi mereka tetap hormat-menghormati...
mari belajar dari abu bakar dan umar...
personaliti mereka berbeza...
namun mereka sering mencari titik sepakat...

Teman...
elakkan terdetik "saya sakit hatilah tengok dia"...
elakkan terdetik "saya menyampah dengan dia"...
elakkan terdetik "ish, dia ni menyakitkan hati saya sahaja"...
elakkan terdetik "saya tak suka la dia ni"...
elakkan berkata di belakang dia...
elakkan merancang sesuatu untuk menjatuhkan dia...
astaghfirullah...
astaghfirullah...
astaghfirullah hal 'azim...

Teman...
hati yang sakit itu...
busuk sekali baunya...
ada sahaja yang tidak kena...
ada sahaja yang tidak dipuas hatinya...
rosululloh sukakan wangian...
jangan busukkan hati kita...

Teman...
mana mungkin...
kita ingin jadi beriman...
kita ingin jadi berjaya...
kita ingin ingat Alloh...
tapi hati kita sakit...
teliti al baqarah 8-13...
itu ciri orang yang hatinya sakit...
teliti al baqarah 1-5...
ciri hati yang hidup...
qalbun salim...
hati yang tenang dan sejahtera...

Teman...
Alloh beri warna dalam hidup kita...
syukurilah...
optimislah...
hidup bukan hitam dan putih...

Inilah warna-warni kehidupan...
di dunia biar berbeza, namun di syurga kita bersama...
mari bersatu, mari bersatu, mari bersatu...
ini impian kita...
paling kurang, ini impian saya...

Saturday, March 7, 2009

Ilmu Itu Milik Tuhan

Teman..

Izinkan hati aku berkata-kata..

Moga kebaikannya untuk semua..


Teman..

Hati kita kotor..

Mungkin kerana jahilnya kita..

Mungkin juga kerana pandainya kita..


Teman..

Hayatilah bahawa..

Mencari ilmu adalah mencari ma'na hidup..

Ia bukan sekadar markah dan pen merah..

Ia adalah penyuluh jalan..

Menuju Yang Esa..


Teman..

Ingatlah bahawa..

Jangan sesekali bongkak..

Dengan ilmu yang ada..

Jangan sesekali terdetik di hati..

"Ahh, aku dah tahu benda ni"..

Apatah lagi..

"Aku betul, kau salah"..

Kerna..

Ilmu itu milik Tuhan..

Ia datang dan pergi..


Teman..

Rendahkan lah hati..

Jangan kerana ilmu..

Kita jadi sombong dan bongkak..

Jangan kerana ilmu..

Kita dihina oleh Tuhan..

Rendahkan lah hati..


Teman..

Kadang-kala..

Kita tidak sedar, kita tidak perasan..

Lagak jalan kita di muka bumi ini..

Cara berdiri, cara duduk, cara berbaring..

Juga..

Ucapan yang keluar dari mulut kita ini..

Berbaur keangkuhan..

"Ya Allah, itu pun tak tahu ke"..

Hmm..

Seperti Iblis dengan sifat aba wastakbar..

Mengakui adanya Tuhan..

Tapi tetap angkuh..

Angkuh! Sungguh angkuh..

Rendahkan lah hati..


Teman..

Jagalah hati..

Rendahkan hati..

Lembutkan hati..


Teman..

Ini pintaku..

Buat dirimu..

Buat diriku..


Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Astaghfirullah..

Wala hawla wala quwwata illa billah

"hati yang tenang, lebih dalam bila berbicara..."

Monday, February 23, 2009

Our Destiny


Great humans of this world

Will think of their future

Will think of their destiny in this world

And will think of what they can do in their short life


Have we ever thought of it?

If we have not

It shows that we don’t really care

Our existence as a human


Have u seen Matrix?

Do u realize that our existence in this world

Is the same as in the Matrix world?

What do I mean?


It is unreal….


Have u ever heard of Allah’s words

In Al-Hadid verse 20

That this world is only play and amusement?

That this world is only a deceiving enjoyment?


This world is not the real one

It is just like an MMORPG (Multi-player online role playing game)

This world seems real

But what we get in this world

Will not give effect in the ‘real’ world

Instead, it is what we do

That will count


O humans

Hear my call

Turn back and return to the path of our creator

To the purpose of our existence in this world

So that we will not regret

And won’t be crying and wooing in sorrow

When we open our eyes in the ‘real’ world